Select Menu

clean-5

Kabar Komunitas Cahaya

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

Hakikat dan Eksistensi Manusia

ALLAH menciptakan segala sesuatu berupa alam semesta, tentu saja juga menentukan fungsi-fungsi dari alam semesta tersebut.  Bumi memiliki fungsi, matahari juga punya fungsi, begitupun air punya fungsi begitu seterusnya baik binatang, tumbuhan hingga makhluk terkecil memiliki fungsi di kehidupannya.

Lalu pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan diri kita yang menyandang nama manusia?. Tentu saja kita memiliki fungsi di dunia ini, lalu apa keistimewaan manusia di bandingkan dengan mahluk lain?.

Coba bandingkan, semisal dengan seekor anjing. Lalu kita melatihnya hingga anjing tersebut bisa menjaga rumah, sehingga kita tidak khawatir terhadap para pencuri. Bahkan anjing tersebut sangat penurut terhadap majikannya. Meskipun demikian anjing tetaplah anjing.

Begitu juga jika anjing tersebut bersifat pemalas, rakus, bahkan suka menakuti orang atau memangsa hewan ternak tetangga. Anjing tersebut tetaplah menyandang nama sebagai seekor anjing.

Hal ini disebabkan seekor anjing tidak berubah dalam kondisi apapun baik ia telah jinak maupun menjadi anjing liar. Lain lagi dengan diri manusia.

Sebab manusia yang diciptakan dengan kondisi sempurna, “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin: 4). Sehingga manusia dapat menentukan identitas dirinya, bahkan ia mampu keluar dari fitrah sebagai seorang manusia.

Ia bisa menjadi seperti binatang bahkan lebih rendah dari binatang. Al-Qur’an telah menjelaskan perumpamaan manusia dalam surat Al-A’raaf ayat 176:

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.”

Ini tentu bukan keistimewaan manusia, namun ia bisa lebih istimewa di bandingkan mahluk lain seperti malaikat. Karena manusia diciptakan dalam kondisi sempurna dengan beban amanah yang diterimanya. Maka manusia bisa lebih istimewa dibandingkan makhluk lain baik itu hewan ataupun malaikat, oleh sebab para malaikat dan makhluk lain tidak mampu memikul amanah di dunia.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.” (QS. Al-Ahzab: 72).

Jadi manusia diberikan kebebasan untuk menentukan identitas dirinya, ia bisa menyandang identitas sebagai seekor anjing ataupun sebaliknya manusia bisa menyandang gelar derajat yang tinggi sebagai khalifatullah (pemimpin) di bumi oleh karena amanah tersebut.

Sehingga ketika Muhammad diutus untuk menjadi Rasulullah memerankan amanahnya memberikan rahmat bagi semesta alam, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).

Fungsi diri manusia
Manusia diberi predikat sebagai hamba Allah (QS. Adz-Dzaariyaat: 56) dan khalifatullah atau pemimpin di muka bumi (QS. Al-Baqarah: 30). Sebagai seorang hamba yang mengabdi, manusia tidak memiliki kekuasaan. Maka ia tugasnya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Namun sebagai khalifahtullah, manusia diberikan fungsi oleh Allah untuk memikul tanggung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia.

Sehingga ketika ia merusak alam baik itu pengundulan hutan, pengerukan kekayaan alam sungguh ia telah lalai terhadap fungsinya. Atau bahkan melakukan tindakan-tindakan kriminalitas seperti korupsi, pencurian, perampokan maupun pembunuhan sama saja ia tidak mampu mensejahterakan manusia. Ia akan menjadi manusia yang gagal menjadi manusia.

Sungguh beruntung diri manusia ia diberikan otoritas ketuhanan, sebagai wakil Allah. Otoritas tersebut seperti menyebarkan rahmat Allah, menegakan kebenaran dan keadilan, membasmi kebatilan bahkan otoritas penghukuman baik itu memotong tangan maupun menghukun mati seseorang.

Sebagai seorang hamba ia amatlah kecil, namun sebagai khalifah Allah, manusia memiliki fungsi yang sangat besar dalam menjalankan sendi-sendi kehidupan. Oleh sebab itu manusia dilengkapi Allah dengan perlengkapan yang tidak di miliki makhluk lain. Kelengkapan tersebut seperti kelengkapan psikologis, kekuatan akal, hati, syahwat dan hawa nafsu. Hal kelengkapan tersebut mengantarkan manusia menjadi makhluk yang terhormat dan mulia. Bahkan identitasnya bisa lebih rendah dari binatang jika ia terjerumus ke lembah kenistaan.

Marilah kita renungkan fungsi diri kita sesungguhnya, kita memiliki beban yang berat menyangkut pemeliharaan dan pemanfaatan alam semesta, bawasanya semua adalah milik Allah. Semua yang ada, semua yang kita nikmati atau semua yang ada pada diri kita tidak lain hanyalah amanah yang harus di pertanggung jawabkan.

“kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu.” (QS. At-Takatsur: 8)

Manusia dengan gelar khalifah, tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, kelompok, golongan ataupun bangsanya. Melainkan ia juga harus memikirkan dan bersikap demi kemaslahatan semua pihak. Marilah kita saling berbagi dengan sesama, demi kepentingan bersama.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu” (QS. Ali-Imran: 130). (Lukni)






Dokumen - Komunitas Cahaya & Rumah Cahaya

Letusan Gunung Kelud dan Tanda-Tanda Al-Qur'an Bagi Orang Berfikir

GUNUNG Kelud mengalami erupsi selama 6 jam. Letusan ini terjadi tepat pada hari Kamis malam Jum'at tanggal 13 Februari 2014 sekitar pukul 22.49.
Sepertinya asyik jika kita membaca (iqra) Al-Qur'an sebagai bacaan utama. Marilah kita mencoba membuka tanda-tanda matematika didalam AL-Qur'an.

1. Erupsi selama 6 Jam: QS. Al-An'am (6) ayat 6
"Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain." (QS. Al-An-An'am/6: 6)

 2. Tanggal 13 Bulan Februari (2): QS. Ar-Rad' (13) ayat 2

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu" (QS. Ar-Rad'/13: 2)

3. Meletus sekitar Jam 22:49, 22:50: QS. Al-Hajj (22) ayat 49-50
"Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang PEMBERI PERINGATAN yang nyata kepada kamu. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia" (QS. Al-Hajj/22: 49-50)

4. Tahun 2014: QS. Thaahaa (20) ayat 14
"Sesungguhnya Aku ini adalah ALLAH, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah SHALAT untuk MENGINGAT AKU." (QS. Thaahaa/20: 14)

5. Terjadi pada malam jum'at

Malam jum'at adalah malam yang utama. Saatnya kita kembali merenungi SHALAT dan MENGINGAT ALLAH Swt (Tahun 2014)

Ali bin Abi Thalib Ra berkata: "Sesungguhnya Allah swt memilih Jum'at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya  menjadi malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah orang yang momohon hajatnya  kepada  Allah Azza wa Jalla pada  hari Jum'at Allah mengijabahnya; suatu BANGSA yang sudah LAYAK MENERIMA AZAB lalu mereka MEMOHON pada malam dan hari Jum'at ALLAH PASTI MENYELAMATKAN mereka darinya. Tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum'at. Karena itu, malam Jum'at adalah malam yang paling utama, dan harinya adalah hari yang paling utama."

Ada tanda-tanda bagi orang yang berfikir
- 13 Februari 2014 - 22:49 WIB -

Ditulis oleh:

Bunda Palupi dengan tambah Komunitas Cahaya

Komunitas Cahaya - Ayat Cahaya di Atas Cahaya

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya, yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
- QS. An-Nuur/24: 35 -

[1039] Yang dimaksud lubang yang tidak tembus (misykat) ialah suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus sampai kesebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain.
[1040] Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.

Kajian